SEKILAS INFO
: - Jumat, 16-01-2026
  • 7 tahun yang lalu / SMP Teknologi Informasi adalah sekolah menengah pertama yang berbasis Teknologi Informasi (IT) dengan menyatukan Kurikulum Nasional dan Kurikulum tambahan sehingga mempunyai beberapa program unggulan diantaranya Pembelajaran Agama dan Pembelajaran Teknologi Informasi terapan. Please follow and like us:0
WORSHOP IT 2025 : Membangun Generasi Kreatif dan Inovatif melalui Workshop "Berani Bicara dan Berani Berkarya"
Spread the love

Tema “Berani Bicara dan Berani Berkarya” Membangun jiwa kreatif dan inovatif dalam menghadapi era digital melalui pemanfaatan teknologi AI dan Produksi konten Videografi.

Kutorejo, [22 September 2025] – [Asisten Laboratorium Komputer(Asleb_Kom)] sukses menyelenggarakan workshop IT bertajuk “Berani Bicara dan Berani Berkarya”. Acara yang berlangsung di [Aula SMPTI Al-Hidayah] ini bertujuan untuk membangun jiwa kreatif dan inovatif di kalangan generasi muda dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Workshop ini berfokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan produksi konten videografi sebagai alat untuk berekspresi dan berkarya.

Mendorong Jiwa Produktivitas

Workshop ini dibuka oleh [Kepala Sekolah SMPTI Al-Hidayah : Ustad Ach.Ulil Abshor, S.Pd.I., M.Si], yang dalam sambutannya menekankan pentingnya memiliki mentalitas berani untuk berbicara dan berani untuk berkarya. “Era digital adalah era di mana setiap individu memiliki kesempatan untuk menjadi kreator. Dengan teknologi yang ada, kita tidak lagi hanya menjadi penikmat, melainkan juga pembuat. Melalui workshop ini, kami berharap peserta dapat mengasah kemampuan mereka untuk tidak hanya berani bicara, tetapi juga berani menuangkan ide menjadi karya nyata,” ujarnya.

Pemanfaatan Teknologi AI untuk Karya Kreatif

Sesi inti workshop diisi oleh para ahli di bidangnya, termasuk [Narasumber 1 : Ustad Windi Setyawan] yang membawakan materi tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Para peserta diajak untuk memahami bagaimana AI dapat menjadi alat bantu yang powerful dalam proses kreatif, mulai dari menghasilkan ide, membuat skrip/Promt, hingga generate gambar. “AI bukanlah ancaman bagi kreativitas, melainkan asisten yang dapat mempercepat alur kerja kita. Dengan AI, kita bisa fokus pada aspek-aspek strategis dan artistik dari sebuah karya,” jelas [Ustad Windi Setyawan]. Peserta pun langsung mempraktikkan penggunaan beberapa tools AI yang relevan, seperti : ChatGPT, Gemini, Dreamina, dll. untuk menghasilkan ide-ide baru yang orisinal.

Videografi: Menyampaikan Pesan dengan Visual yang Kuat

Selain AI, workshop ini juga menyoroti pentingnya produksi konten videografi. Sesi yang dipimpin oleh [Narasumber 2 : Amir Zainudin, S.T], seorang videografer profesional, mengajarkan para peserta teknik dasar dan lanjutan dalam membuat video yang menarik dan berkualitas. “Sebuah pesan akan jauh lebih kuat dan mudah diingat jika disampaikan dalam bentuk visual. Videografi adalah cara terbaik untuk menceritakan sebuah kisah, membangun citra diri, atau bahkan memasarkan produk. Kuncinya ada pada narasi yang kuat dan eksekusi teknis yang baik,” kata [Amir Zainudin, S.T].

Peserta belajar mulai dari teknik pengambilan gambar, komposisi, pencahayaan, hingga proses editing menggunakan aplikasi CapCut. Sesi praktik ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat, membuat video singkat yang menarik.

Kesuksesan dan Dampak Positif

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang acara. Banyak dari mereka mengaku mendapatkan wawasan dan keterampilan baru yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. “Workshop ini benar-benar membuka mata saya tentang bagaimana teknologi bisa digunakan untuk hal-hal yang kreatif. Sebelumnya saya kira AI itu hanya untuk hal-hal teknis, ternyata bisa untuk bantu bikin video juga,” ujar salah satu peserta, [Sulthon Adhim siswa kelas 7C]

[Asisten Laboratorium Komputer(Asleb_Kom)] berharap workshop ini dapat menjadi langkah awal bagi para peserta untuk terus berkarya dan berinovasi. “Kami akan terus berkomitmen untuk mengadakan acara serupa, guna mencetak generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menggunakan teknologi untuk memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan masyarakat,” tutup [Arya Mirza Firdaus siswa kelas 9] selaku ketua kegiatan workshop tahun ini dalam penutupannya.

Please follow and like us:
0

TINGGALKAN KOMENTAR